Kabupaten Tangerang, Mitramerahputih.com – Musibah pohon tumbang menimpa kediaman Ibu Enah, warga Kampung Ranca Labuh RT 08 RW 02, Desa Ranca Labuh, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu, 14 Juni 2025 pukul 13.30 WIB. Pohon besar yang tumbang menimpa atap rumahnya hingga menyebabkan kerusakan berat. Genteng rumah hancur, dan bagian atas rumah terbuka tanpa perlindungan.
Dalam kondisi serba terbatas, Ibu Enah terpaksa meminjam uang untuk memperbaiki atap rumahnya secara darurat. Ia khawatir jika malam turun hujan, rumahnya akan tergenang dan membahayakan keselamatan penghuni.
Kabupaten Tangerang, Mitramerahputih.com “Kami minta perhatian serius atas kasus seperti ini. Ibu Enah butuh bantuan perbaikan rumah, dan Haerudin butuh pengobatan rutin yang tidak memberatkan,” ujar Jay.

Musibah pohon tumbang menimpa kediaman Ibu Enah, warga Kampung RC Labuh RT 08 RW 02, Desa RC Labuh, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu, 14 Juni 2025 pukul 13.30 WIB. Pohon besar yang tumbang menimpa atap rumahnya hingga menyebabkan kerusakan berat. Genteng rumah hancur, dan bagian atas rumah terbuka tanpa perlindungan.
Dalam kondisi serba terbatas, Ibu Enah terpaksa meminjam uang untuk memperbaiki atap rumahnya secara darurat. Ia khawatir jika malam turun hujan, rumahnya akan tergenang dan membahayakan keselamatan penghuni.
“Saya takut kalau malam hujan, jadi saya pinjam uang buat beli genteng dan nutup atap,” ujar Ibu Enah saat ditemui.
Tak hanya menghadapi masalah kerusakan rumah, Ibu Enah juga merawat keponakannya yang bernama Haerudin, seorang anak dengan gangguan mental. Ia mengungkapkan bahwa proses pengobatan ke Puskesmas Kemiri tidak sepenuhnya gratis, bahkan jika memiliki kartu jaminan kesehatan.
“Kalau ke puskesmas tetap harus bayar tebus obat, padahal udah ada kartu jaminan kesehatan. Kadang bingung, biaya berobat terus-terusan,” keluhnya.
Situasi ini mencerminkan realitas warga kurang mampu yang masih kesulitan dalam mengakses layanan dasar pascabencana dan kesehatan jiwa. Pemerintah setempat diharapkan hadir memberikan bantuan nyata.
Jay dari LBH Swastika Advokasi Nusantara menyampaikan keprihatinan dan mendorong adanya langkah cepat dari pemerintah desa, kecamatan, maupun dinas sosial dan kesehatan.
“Kami minta perhatian serius atas kasus seperti ini. Ibu Enah butuh bantuan perbaikan rumah, dan Haerudin butuh pengobatan rutin yang tidak memberatkan,” ujar Jay.
Pihaknya juga mengajak masyarakat dan para dermawan untuk turut membantu meringankan beban yang ditanggung oleh keluarga Ibu Enah.
(*/red).












