Pertandingan Sepak Bola Kecamatan Sepatan Timur Cup 2025 ‘Hampir Sempat Ricuh

Pertandingan Sepak Bola Kecamatan Sepatan Timur Cup 2025 ‘Hampir Sempat Ricuh

Mitramerahputih.com| Kabupaten Tangerang – Pertandingan sepak bola putaran kedua antara Desa Lebak Wangi FC lawan Desa Gempol Sari FC sempat berlangsung insiden saling lempar akibat adanya ketidakpuasan salah satu tim kesebelasan yang mempertanyakan selisih waktu jam wasit yang dianggap tidak sesuai dengan hitungan waktu dari tim kesebelasan.

Dalam insiden tersebut, Penonton sempat meneriakkan permintaan untuk mengganti wasit karena dianggap tidak disiplin dengan waktu.

“Ganti wasitnya, waktunya masih tersisa tapi kenapa pertandingan dihentikan tanpa pemenang, ” teriak sebagian suporter dilapangan sambil melakukan provokasi.

Menanggapi reaksi suporter, Sarnin Ayub, SH. selaku Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Sepatan Timur berharap pertandingan sepak bola antar Desa yang digelar bisa berlangsung kondusif.

“Jangan mengotori pertandingan sepakbola ini dengan aksi yang merugikan diri sendiri ataupun wilayah kita sendiri, akibatnya olah raga favorit ini akan dihentikan jika tidak bisa aman,” ujarnya.

Saat diwawancara wartawan Merah Putih & JW Group usai pertandingan yang berlangsung pada Sabtu (9/8/2025) sore di Stadion Mini Sepatan Timur, Tangerang, Banten.

Kapolsek Sepatan Timur, AKP Fahyani, SH. yang terjun langsung dilapangan dalam menjalankan pengamanan menyatakan pada media bahwa dirinya sudah mengantisipasi kemungkinan terburuk jika terjadi insiden. Namun juga berharap agar masyarakat juga menyadari bahwa pertandingan ini untuk memeriahkan hari kemerdekaan RI ke-80.

“Saya harap masyarakat Sepatan bisa menikmati pertandingan dengan sportif dan menjaga keamanan,” ujarnya.

Hingga menit akhir laga skor berimbang 0-0 antara Desa Lebak Wangi di asuh Kades Samsudin (Bagas) dan Desa Gempol Sari di asuh Kades Juni.

Kepala Desa Gempol Sari, Juni yang mendampingi timnya mengatakan kepada awak media bahwa syukur ajah dirinya menonton sampat selesai, Jadi saya menghimbau kepada tim agar tenang jangan terpancing emosi walapun ada ke tidak janggalan.

Lanjut Kades Juni dan tim kesebelasannya siap mengikuti pertandingan dengan sportif dan berharap kompetisi bisa terus dilanjutkan.

“Saya berharap semoga insiden tadi tidak mempengaruhi jalannya pertandingan selanjutnya. Karena keamanan lebih penting bagi masyarakat, ” ungkapnya.

(Red*/Awang st /Tim FWR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *