mitramerahputih.com|Kabupaten Tangerang – Adanya kericuhan antar sporter tim pada laga semi final camat sepatan timur cup 2025 Camat sepatan timur Miftah Shuritho mangadakan rapat musyawara dan berdasar hasil keputusan Musyawara semua pihak, Turnamen sepak bola camat sepatan timur cup 2025 di hentikan.Musyawara di laksanakan di kantor kecamatan sepatan timur pada, Jumat (15/8/2025).
Turut Hadir dalam musyawara Camat sepatan timur, Kapolsek sepatan,Danramil sepatan, ketua KOK, Ketua APDESI Sepatan Timur,Penasehat KOK, Panitia turnamen dan para oficial tim.

Sebelumya pada laga semi final yang mempertemukan tim sepak bola Desa Kedaung Barat FC VS Tim Sepak Bola Lebak Wangi FC di stadion mini sepatan timut Terjadi keributan antar sporter yang saling serang dilapangan saat selesai permainan..
Camat sepatan timur, Miftah Shuritho pada awak media mengatakan, Sebenarnya ini kali ke dua kami menggelar musyawarah, Dimana yang pertama pada babak penyisian di mana telah terjadi keributan antar seporter tim gempol sari FC VS tim Lebak wangi FC di mana kericuhan terjadi karena adanya ketidak puasa salah satu sporter tim terhadap keputusan wasit, dan ini yang kedua saat laga semi final antara tim Kedaung Barat FC VS tim Lebak Wangi FC.
“Sudah dua kali terjadi keributan di turnamen ini, Dan dua kali juga kami melakukan musyawarah di mana hasil keputusan musyawarah sebelumnya, Apabila terjadi keributan kembali kami akan menghentikan turnamen sepak bola ini,Karna ini yang kedua terjadi keributan di lapangan berdasar keputusan hasil rapat musyawahan yang pertama dengan berat hati kami memutuskan untuk menghentikan turnamen sepak bola ini,” Ujar Miftah Shuritho.
Lanjut Camat Sepatan timur, Sebenarnya turnamen ini merupakan ajang tahunan yang kami sering selenggarakan, selahin dalam rangkah memperingati HUT RI, Turnamen ini juga sebagai ajang penjaringan bakat para pemain muda berpestasi di cabang sepak bola, Nantinya kami dan KOK Kecamatan akan rekrut para pemain terbaik untuk perwakilan tim kecamatan sepatan timur di ajang yang lebih tinggi seperti di ajang pekan olah Raga kabupaten tangerang,Champions Gemilang Cup dan lain lain, Pungkas Miftah Shuritho
” Saya berharap, Untuk kedepan khususnya untuk para pencinta sepak bola untuk lebih dewasa dalam menonton pertandingan, tetap menghargai keputusan wasit dan tidak melakukan keributan atau kericuhan saat melihat pertandingan bola, sehingga keputusan yang seperti ini tidak terjadi lagi di turnamen yang kami selenggarakan,” Harapnya Miftah.
Di tempat yang sama, Komarullah, SH. Ketua Forum APDESI Kecamatan Sepatan Timur yang juga merupakan kepala desa Sangiang, Dirinya menjelaskan bahwa penghentian pertandingan ini telah disepakati panitia, forkopimcam, apdesi, dan seluruh stake holder.
“Kami sepakat setelah terjadi kericuhan pertama kita sepakat akan melakukan tindakan penghentian pertandingan jika terjadi kericuhan yang kedua kalinya. Dan ternyata terjadi juga kericuhan kedua. Sehingga, kita sepakat agar pertandingan dihentikan,” Tutup Komarullah SH. (Sopian/Awang)












