Tangerang | Mitramerahputih.com — Warga Desa Klebet RT/RW 03/03, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan kualitas proyek betonisasi yang baru selesai dikerjakan namun sudah mengalami keretakan di sejumlah titik. Romli, salah satu warga Desa Klebet, menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, proyek ini diduga dikerjakan dengan kualitas bahan yang buruk, sehingga tidak bertahan lama.
“Kami sebagai warga membayar pajak agar mendapatkan infrastruktur yang layak. Namun kenyataannya, kualitas betonisasi ini sangat mengecewakan. Diduga pemborong mengambil keuntungan pribadi dengan menggunakan bahan yang tidak sesuai standar,” ujar Romli.
Sementara itu, Jay selaku Ketua Koordinator Swastika Advokasi Nusantara Kabupaten Tangerang meminta dinas terkait untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap kontraktor yang diduga bermain curang dalam proyek tersebut. Jay menilai bahwa proyek betonisasi di Desa Klebet ini berpotensi menjadi ajang korupsi, apalagi papan proyek diduga sengaja dicopot untuk menghilangkan jejak informasi publik.
“Kami meminta Inspektorat Kabupaten Tangerang dan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) untuk melakukan audit menyeluruh. Kontraktor atau pihak PT/CV yang terbukti mengambil keuntungan pribadi harus ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Jay.
Swastika Advokasi Nusantara menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proyek-proyek pembangunan di wilayah Kabupaten Tangerang agar berjalan transparan, berkualitas, dan tidak merugikan masyarakat.(*/ red).












