Dua ‘Bom’ Komando CAR: Menggoyang Meja Makan Gratis, Menggugat Barikade Senayan
- account_circle Mitra MerahPutih
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mitramerahputih.com | Tangerang —Ruang publik nasional sepanjang tahun 2026 tak henti-hentinya diguncang polemik. Namun, di antara riuhnya silang pendapat di media sosial dan gedung parlemen, dua ombak kritik paling keras justru datang dari sebuah markas komando di pinggiran Jakarta.
Lembaga Swadaya Masyarakat Komando Corong Aspirasi Rakyat (LSM Komando CAR) di bawah kendali M. Omar Rodhi, S.H., sukses meledakkan dua isu paling sensitif yang membelah opini publik secara radikal.
Sasarannya tidak main-main: program andalan pemerintah—Makan Bergizi Gratis—dan benteng pertahanan partai-partai mapan di Senayan bernama Parliamentary Threshold.
Lewat rangkaian investigasi senyap dan rilis publik yang bombastis, Komando CAR memaksa para pengambil kebijakan berkeringat dingin.
Babak I: Nestapa di Atas Piring Anak Sekolah
Awalnya adalah janji mulia tentang perbaikan gizi generasi masa depan. Namun, apa yang ditemukan oleh tim investigasi lapangan Komando CAR di berbagai daerah justru potret buram eksekusi birokrasi yang karut-marut.
Dalam pernyataan pers di Posko Komando Tangerang,14/9/26 , Omar Rodhi membeberkan borok program Makan Bergizi Gratis (MBG).
”Kami menemukan realitas yang memprihatinkan di lapangan. Sayur yang sudah layu, porsi nasi yang asal-asalan, hingga lauk pauk yang jauh dari standar kalori. Ini bukan lagi program gizi, ini adalah proyek pembagian sisa-sisa anggaran,” ujar Omar dengan nada tinggi.
Tak sekadar menu yang buruk, Komando CAR juga membongkar pola penunjukan vendor logistik di tingkat kabupaten/kota yang kental dengan aroma nepotisme lokal. Proyek raksasa ini dituding hanya berputar di antara kroni-kroni penguasa daerah tanpa proses tender yang transparan.
Kesimpulan LSM ini sangat ekstrem dan bombastis: Hentikan program MBG sekarang juga. Mereka menyebut ambisi jor-joran ini sebagai sebuah “perjudian fiskal yang berbahaya” di saat APBN tengah menahan napas menghadapi kontraksi ekonomi global.
Babak II: Meruntuhkan Tembok ‘Oligarki Senayan’
Belum kering keringat pemerintah menjawab tudingan soal piring sekolah, Komando CAR melepas peluru kedua yang tak kalah mematikan. Kali ini sasarannya adalah aturan Ambang Batas Parlemen (Parliamentary Threshold). Isu yang biasanya hanya dipedulikan oleh elite parpol dan akademisi, mendadak jadi konsumsi viral publik nasional.
Di tengah perdebatan fraksi-fraksi besar di DPR yang bersikeras mempertahankan angka ambang batas di kisaran 2,5% hingga 4% , Komando CAR mengambil posisi yang sangat radikal: Turunkan ambang batas menjadi 0 persen!
Bagi Omar Rodhi dan koleganya, angka pembatasan tersebut tak lebih dari sekadar “pembunuhan suara rakyat secara legal”. Menghilangkan jutaan hak suara pemilih hanya karena parpol pilihan mereka gagal menembus persentase nasional dinilai sebagai pengkhianatan terhadap konstitusi.
Sebuah Oposisi Jalanan Baru?
Langkah agresif LSM Komando CAR di sepanjang tahun 2026 ini tentu memicu gelombang optimisme bagi publik yang lelah dengan narasi serba formal dan elitis, suara lantang dari Tangerang ini adalah angin segar.
LSM Komando CAR telah memposisikan dirinya bukan sekadar sebagai pengamat, melainkan sebagai garda depan bersama rakyat marjinal.
(*/UMR)

Saat ini belum ada komentar